Senin, 06 Juni 2016

Pulanglah!

Sebab, kau rindu dengan pulang, sayang. Berjauhan dengan kampung halaman selalu mengenai pulang. Kau terlalu rindu, sayang.

Pulanglah!

Kampung halaman menunggumu dengan keramahannya, sayang. Sudah cukup kau menumpahkan tetesan keringat di kampung orang. Kau terlalu rindu, sayang.

Pulanglah!

Bangunlah kampung halamanmu sendiri. Majukanlah kampung halamanmu. Walaupun tetesan keringat yang kau tumpahkan lebih banyak dibanding kampung orang lain. Tapi, setidaknya itu untuk kampung halamanmu sendiri. Kami terlalu rindu, sayang.

Pulanglah!

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda