Kamis, 23 Juli 2015

Semoga Hujan!



Semoga Hujan! Aku rindu dengan aroma tanah yang basah. Basah karena cairan yang bening dari langit. Lalu aromanya, ketika dihirup, terasa menyegarkan. Dapatkah kau merasakannya? Mungkin saja tidak. Hidungmu telah diperkosa oleh wewangian kimiawi yang tak begitu ramah dengan sekitarnya.

Semoga Hujan! Aku rindu dengan warna tanah yang basah. Basah karena benda cair yang tak mampu lagi ditampung oleh langit. Dan warnanya, ketika dilihat, terasa meneduhkan. Dapatkah kau merasakannya? Mungkin saja tidak. Matamu telah dipasung oleh radiasi sinar elektronik yang tak mampu menyapa sekitarnya.

Semoga Hujan! Ada banyak rindu yang ingin kukikis lewat tangis, seperti erosi gunung oleh banyaknya hujan yang turun. Rindunya begitu sesak, seperti asap knalpot yang bergumul di jalanan membelunggu oksigen.

Semoga Hujan! Ada banyak kenangan yang ingin kubuang di lingkungan yang hijaunya tak bisa kulihat. Kumpulan kenangan yang tampaknya himpunan sampah di laut masih sedikit bila dibandingkan.

Semoga Hujan! Masih ada setitik harapan yang tersisa. Serupa tunas yang baru muncul. Mungkin saja bisa terwujud, mungkin saja bisa tumbuh, mungkin saja… bila hujan segera jatuh!

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda