Kamis, 09 Juli 2015

Tarian Semesta

Hening malam membekukanku
Suara semesta yang terdengar samar
membisik dengan bahasanya sendiri

Perlu telinga peka tuk mendengarnya
Perlu akal jernih tuk memahaminya

Semesta mulai lelah
Ritme tarinya telah berbeda
Yang dulu mengalir indah
Sekarang nampak menyeramkan

Hubungan kosmos pun ikut kacau
Mikrokosmos saling menghancurkan
Makrokosmos terkena dampaknya
Lalu metakosmos dinafikkan

Hingga pada akhirnya...

Semesta memainkan tarian kebinasaan
Karna Sang Waktu bicara
Bahwa bab terakhir telah dimulai

1 Komentar:

Pada 28 Januari 2017 pukul 14.29 , Blogger iparahman mengatakan...

bisami ki bikin buku kumpulan puisi kaka..

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda