Tarian Semesta
Hening malam membekukanku
Suara semesta yang terdengar samar
membisik dengan bahasanya sendiri
Perlu telinga peka tuk mendengarnya
Perlu akal jernih tuk memahaminya
Semesta mulai lelah
Ritme tarinya telah berbeda
Yang dulu mengalir indah
Sekarang nampak menyeramkan
Hubungan kosmos pun ikut kacau
Mikrokosmos saling menghancurkan
Makrokosmos terkena dampaknya
Lalu metakosmos dinafikkan
Hingga pada akhirnya...
Semesta memainkan tarian kebinasaan
Karna Sang Waktu bicara
Bahwa bab terakhir telah dimulai

1 Komentar:
bisami ki bikin buku kumpulan puisi kaka..
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda